out sourcing indonesia kebanyakan seperti rodi dan romusha pembunuh anak bangsa

 ini hanya sekedar ceritaku yang berada dilingkungan ku, sepertinya ku iba melihat mereka yang terjadi akhir akhir ini mungkin tidak semua out sourcing demikian tetapi kebanyakan sudah seperti orang indonesia yang menjelma seperti orang penjajah negri tercinta ini yang sudah tidak lagi menghargai pejuang di masa lampau yang rela meninggalkan kenikmatan,keluarga hanya demi mengangkat senjata mengusir penjajah.
 saya pribadi hanya setuju bila semua out sourcing di benahi bukan dihilangkan karena bila dihilangkan sukar sekali, out sourcing ini sudah mendarah daging di berbagai bidang tetapi kalo dibenahi itu mudah sekali cukup petugas petugas pemerintahan indonesia yang tegas dan kuat untuk tidak menerima suap saya yakin semua out sourcing akan sesuai dengan ketanaga kerjaan indonesia.
  tetapi tidak sedikit pula yang tidak memakai out sourcing tetapi sistem seperti rodi dan romusha hanya saja saya tak pernah mendengar sendiri dilingkungan saya yang ada hanya jeritan jeritan keluarga yang kerja di out sourcing.

 out sourcing yang abal abal membunuh kepintaran anak bangsa

out sourcing indonesia kebanyakan seperti rodi dan romusha pembunuh anak bangsa

  sebelum saya mengemukakan pendapat saya , saya akan bercerita segelintir dilingkungan saya sendiri yang memang sudah banyak yang kerja pada perusahaan perusahaan out sourcing demi menafkahi anaknya dan tentunya istrinya pula.
 sebut saja namanya pak tarno yang jauh jauh datang dari magelang kejawa barat hanya untuk mencari sedikit nafkah pada sebuah perusahaan out sourcing,beliau bekerja sepenuh hati tidak seperti pekerja organik diperusahaan itu yang abal abal tiap hari bisa nya cuma laporan laporan kejelekan pekerja out sorcing tetapi pak tarno ini sungguh pekerja hebat mulai dari dedikasinya terhadap perusahaan yang dia tempati begitu pula dengan perusahaan out sourcing nya sama dedikasinya tidak berkurang bahkan loyalitas nya pun tak perlu diragukan lagi.
 pada perusahaan out sourcing pak tarno sendiri tidak ada penghargaan sama sekali mulai dari gaji yang dibawah umr,kerja tiap hari lebih dari pada 8jam,jamsostek pun cuma jht yang kecil sekali dan bahkan tidak diberikan kartu kesehatan sama sekali oleh perusahaan out sourcing tersebut,tetapi pak tarno mau gmana lagi walau pun sudah seperti kerja rodi pak tarno pun ikhlas menjalani sedikit kesalahan saja dilempar seperti anjing tak diberi kemanusiaan sama seperti hak nya yang tidak diberi kemanusiaan.
 suatu hari pak tarno ini habis kontrak dan tidak diperpanjang lagi oleh perusahaan out souring tersebut,betapa sedih nya pak tarno dedikasi dan loyalitas kerja selama ini, tak ada hasil nya apa apa karena gaji yang diberikan sudah tahu sendiri lah gaji dari bos yang menggunakan sistem rodi di out sourcing ini dipatok seenaknya oleh perusahaan out sorcing ini jadi selama ini pak tarno tidak bisa menyimpan uang lebih dari gajinya,setelah habis kontrak dia pun tak diberi uang pensiun/uang jasa selama dia bekerja bahkan cuma diberikan selembar kertas ucapan terima kasih dari perusahaan out sourcing dia bekerja.
 karena sehabis pak tarno habis kontrak dan tidak ada uang buat bernafas selama dia mencari kerja lagi maka kedua anaknya pun terpaksa berhenti sekolah,tetapi seandainya perusahaan yang pernah ditempati pak tarno untuk bekerja memberikan uang jasa selama bekerja sesuai DEPNAKER ,pak tarno pun punya nafas sedikit sambil cari kerja lagi dan anak anak nya pun tidak perlu untuk berhenti sekolah tentunya.




 dari sebagian cerita diatas yang saya tuliskan sudah jelas sekali mulai dari sistem penggajihan seperti semau perusahaan sendiri itu sudah jelas bukan mirip lagi tetapi itu merupakan sistem kerja rodi seperti pada jaman penjajahan belanda, lalu ada lagi out sourcing yang seenaknya menempatkan pekerja dimana saja semau perusahaan out sourcing dan menggaji semua nya juga tanpa melihat peraturan depnaker itu seperti ROMUSHA dimana kita dipaksa bekerja(menanam) untuk hasilnya yang paling besar bagi out sourcing(hasil tanaman diserahkan kpd penjajah jepang)
 untuk itu saya ingin sekali melihat pemerintah ini lebih tegas lagi terhadap perusahaan perusahaan yang abal abal agar tidak ada lagi anak anak indonesia yang putus sekolah karena sistem rodi dan romusha ini,tentunya anak anak kita ini penerus bangsa ini yang jujur namun bila diteruskan oleh anak anak pekerja rodi ini tentunya bangsa ini bangsa indonesia akan melahirkan rodi dan romusha berikutnya tetapi jikalau anak anak bangsa ini yang meneruskan anak anak kita insya ALLAH maka bangsa ini akan penuh dengan kejujuran dan kemakmuran seperti yang dikatakan oleh PANCASILA yang kata bang iwan fals bahwa pancasila itu bukan rumus kode buntut.
 akhir kata dari saya usir semua penjajah di indonesia ini baik penjajah secara nyata ataupun sistem karena itu adalah amanat dari sebuah kata kata para pejuang kita dulu yaitu PANCASILA.

Komentar

  1. hari gini msh ada romusha ya mas, hmmm bahaya sekali ya mas ternyata kalau tdk hati2 bisa saling menindas sesama bangsa sendiri :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali mba indri menindas karna lapak uang hehehe

      Hapus
  2. bila teman-teman saya mengatakan kalo pegawai di pabrik itu semuanya robot manusia hahaha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya robot gpp yang penting gaji na hihiihihi

      Hapus
  3. kunjungan malam mas sekalian nyimak.. salam kenal juga..

    BalasHapus
  4. Selamat Pagi Mas Sopyan, wah sepenggal cerita di atas Mas Sopyan menuturkan
    Di jaman Merdeka ini Ternyata para Bos di Indonesia, masih memperkerjakan pekerjanya
    Bak seperti waktu jaman Nippon istilah kata kerja tak kenal lelah, dengan upah sedikasih nya
    Sangat Prihatin dengan kenyataan ini, semoga Para Bos yang lain pada nyadar, dengan kebenaran amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. aminmas saud mudah mudahan tambah makmur :)

      Hapus
  5. terpaksa, daripada nggak kerja :)
    memang kejam

    BalasHapus
  6. kalau bisa sistem seperti itu harus ditutup ya mas, soalnya kasihan juga warga masyarakat yang sudah bekerja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba eka out sourcing yg abal abal gag menghargai dedikasi dan loyalitas tentu nya

      Hapus
  7. Kita memang sudah merdeka tapi masih di jajah oleh sodara sendiri...
    Karena kebijakan itu di buat oleh bangsa kita juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti penjajah juga dong yah kang heri si pembuat nya :d

      Hapus
  8. Ulah satu orang...membuat sistim ini jadi tumbuh subur..
    Para pengusaha jelas2 yg di untungkan
    ..




    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas pur tentunya pengusaha harus untung walau agak kejam :d

      Hapus
  9. out sourcing itu apa ya mas.. makhlumlah orang pelosok desa rmh pinggir hutan.. jadi kurang paham..

    BalasHapus
Posting Komentar

jangan berkomentar berbau sara dan spam :)